Langkah-Langkah Menyusun Proposal Skripsi Dengan Cepat Dan Tepat
Musim penelitian sebentar lagi akan hadir menemanimu. Bersantailah dahulu ketika deadline masih jauh, dan kebutlah semalam ketika esok deadline submit proposal. But it’s not our dreams, Mas!
Seorang
mahasiswa hendaknya memiliki karakter Sanguinis, Koleris, dan Melankolis (dianjurkan
jarang-jarag saja ya, Hehe). Sikap plegmatis mari kita buang sementara, bahkan
selamanya. Sebab plegmatis akan mengajakmu untuk rekreasi dan healing setiap
hari, hingga pada akhirnya akan menumpuk tugas. Ketika sudah menginjak semester
setengah tua, kita akan kesulitan menuntaskan deadline dengan baik. Sejatinya tugas
akhir akan dapat dikerjakan dengan sesuai dan tepat waktu, jika sejak dulu kita
rajin mengerjakan tugas makalah bersama teman-teman. Bukan hanyak pasrah dan
numpang nama. Hehehe
Baik,
di sini kita akan membahas tentang beberapa langkah yang harus dilakukan untuk
menyusun proposal dengan cepat dan segera mendapatkan ACC dosen pembimbing. Sebab
kata ACC lebih so sweet, dibandingkan dengan kata “Saranghaeyo”,Hehe. Simak
sampai tuntas yaa, gais! :)
1. Memilih Topik
Salah satu hal yang
paling berat adalah menentukan pilihan. Tapi, menentukan topik permasalahan
yang akan diangkat pada tugas penelitian jauh lebih mudah dibandingkan dengan
memilih calon idaman ya, sobat. ^_^
Jadi, hal pertama yang harus kita lakukan
adalah membuat daftar permasalahan terupdate yang ada dalam kehidupan
sehari-hari. Tentunya dianjurkan sesuai dengan jurusan masing-masing ya.
Misalnya sobat Literasi merupakan mahasiswa jurusan pendidikan, jadi pilihlah
topik seputar dunia pendidikan. Beberapa topik yang dibicarakan saat ini di
antaranya, yaitu pro-kontra tentang proses pembelajaran Daring, PPDB sistem
Zonasi, Kurikulum Merdeka Belajar, Kurikulum Prototipe, dan lain-lain.
Kalian bisa ambil
salah satu topik tersebut, tapi harus benar-benar dari hati ya. Karena
kedepannya kalian akan menggali data dari permasalahan tersebut. Salah satu hal
yang menjadi penyemangat adalah berawal dari kegelisahan hati, antara keadaan
secara riil yang belum sesuai dengan teori yang ada. Jadi, kalau kalian
tertarik dan memiliki minat yang mendalam pada permasalahan tersebut, maka
secara otomatis akan gampil untuk dipecahkan (Karena terlalu mudah/gampang,
jadinya gampil deh, wkwkwk).
2. Menentukan Metode Penelitian
Setelah berhasil
menemukan pendamping hidup yang pas, eh salah, topik penelitan maksudnya, Hehe.
Selanjutnya yang harus kalian pikirkan adalah menentukan metode penelitian. Metode
penelitian adalah hal yang paling penting kalian kuasai untuk mencapai tujuan
penelitian dan menyajikan hasil penelitian secara apik. Sebagai seorang
mahasiswa, tentunya sudah kita ketahui bahwa metode penelitian terdiri dari bermacam-macam
pendekatan. Berdasarkan tujuannya, metode penelitian diklasifikasikan menjadi
tiga, meliputi (1)Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan
tidak memperhatikan kegunannya secara praktis; (2)Penelitian terapan bertujuan
untuk menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam pemecahan
masalah; dan (3)Penelitian pengembangan (R&D) bertujuan untuk melakukan
validasi terhadap berbagai produk yang digunakan dalam pendidikan dan
pembelajaran. Sedangkan berdasarkan tingkat kealamiahannya, meliputi (1)Metode eksperimen,
bertujuan untuk mencari pengaruh atas suatu perlakuan tertentu; (2)Metode survey,
bertujuan untuk menggali data dari suatu tempat dengan memberikan
perlakuan-perlakuan tertentu; dan (3)Metode naturalistik, bertujuan untuk menggali
data dari suatu tempat tanpa memberikan perlakuan-perlakuan tertentu, sebab
peneliti mengumpulkan data bersifat emic(berdasarkan pandangan sumber data,
bukan pandangan peneliti).
Berdasarkan
pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa yang termasuk metode kuantitatif
adalah metode penelitian eksperimen dan survey, sedangkan metode kualitatif
adalah metode naturalistik. Untuk lebih lengkapnya bisa baca buku metodologi
penelitian karya Prof. Sugiyono ya. Buku tersebut meerupakan bacaan wajib bagi
mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi secara tepat waktu.
3. Menentukan Judul
Hal berikutnya
adalah merumuskan judul. Judul penelitian biasanya terdiri dari dua variabel
atau lebih. Variabel adalah suatu gejala yang
menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Variabel meliputi variabel terikat,
variabel bebas, variabel moderator, variabel kontrol, dan variabel antara atau
intervening.
4. Menyusun Proposal
Setelah mengikuti
langkah-langkah di atas, langkah berikutnya yang harus dieksekusi adalah
menyusun proposal. Nah, proposal skripsi atau proposal tugas akhir memiliki
ketentuan yang berbeda-beda di masing-masing perguruan tinggi, bahkan satu
perguruan tinggi pun juga memiliki sistem atau aturan yang berbeda-beda antar
dosen pembimbing. Jadi, langkah amannya, kalian bisa melakukan konsultasi
dengan dosen pembimbing, apakah proposal terdiri dari tiga bab atau hanya satu
bab saja. Jika terdiri dari tiga bab, biasanya terdiri dari pendahuluan, kajian
pustaka, dan metode penelitian. Sedangkan jika hanya satu bab, maka yang harus
dipaparkan secara kuat adalah bab pendahuluan yang meliputi latar belakang
penelitian.
Secara umum, kita
dapat sukses mengerjakan tugas akhir apabila visi-misi penelitian yang akan
kita lakukan adalah satu ide dan satu hati dengan dosen pembimbing. Jadi,
banyak-banyak berdoa, agar mendapatkan dosen pembimbing yang baik ya, sobat
literasi. Selamat mengerjakan tugas akhir dengan penuh semangat ya. Salam
Sukses J
Comments
Post a Comment