Tiga Amalan Sunnah Di Penghujung Ramadan, Selain Nikah Di Malam Songo
![]() |
| Hagia Shopia Mosque (Pinterest) |
Tak terasa bulan Ramadan akan segera
berakhir. Perlu diingat bahwa tujuan utama dari bulan Ramadan adalah untuk
meningkatkan ketakwaan bagi seorang muslim. Hal ini sesuai dengan firman-Nya
dalam surat cinta QS. Al Baqarah Ayat 183.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu
berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu
bertakwa." (QS. Al Baqarah: 183)
Gus Rohim menjelaskan bahwa kata لَعَلَّكُمْ memiliki makna harapan, cita-cita, atau
bisa juga kemungkinan. Maksudnya umat Islam yang diwajibkan berpuasa pada bulan
Ramadan diharapkan mampu meningkatkan ketakwannya sebagai hamba Allah,
menjalankan semua perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya. Dalam safari
Ramadan di Musala Al-Kautsar Campurejo, Rabu (27/04/2022), beliau juga
menyebutkan terdapat tiga amalan sunnah yang dapat dilakukan untuk menggapai fadhilah
atau keutamaan penghujung bulan suci Ramadan. Tiga amalan sunnah yang diambil
dari referensi Kitab Fathul Muin tersebut adalah sebagai berikut.
1. Membaca
kitab suci Al-Qur’an.
Sebenarnya indikator ketakwaan umat Islam
bukan dihitung dari berapa banyak kita berhasil khatam Al-Qur’an, tetapi
sudahkah kita memahami setiap ayat yang termaktub didalamnya?. Oleh karena itu,
penghujung bulan suci ini adalah momen yang paling tepat bagi kita untuk
memperbanyak membaca Al-Qur’an serta memahami makna yang terkandung didalamnya.
Utamanya adalah surat Al-Fatihah yang dibaca ketika melaksanakan ibadah shalat.
Dengan menghayati makna setiap ayat, diharapkan keimanan yang ada didalam hati
juga akan meningkat.
2. Bersedekah.
Perbuatan sedekah dapat dilaksanakan kapan
saja, bukan hanya di bulan Ramadan. Pada umumnya kita disunnahkan untuk memperbanyak
sedekah, membelanjakan harta, serta berbagi kepada orang lain. Tujuannya selain
untuk meraih fadhilah bulan suci Ramadan, kita juga dapat saling mengasihi
kepada keluarga, tetangga, dan kerabat. Jadi, bulan yang mulia ini bukan hanya
untuk meningkatkan kualitas Hablum min
Allah, tetapi juga Hablum min An-Naas.
Berbelanja untuk keluarga sangat dianjurkan,
seperti membeli baju baru dan lain sebagainya. Namun, jangan sampai terlena
hingga meninggalkan ibadah yang istimewa di bulan Mubarak ini. Misalnya, berbuka
bersama kawan-kawan hingga terlena mengakhirkan salat magrib, sibuk membeli
baju baru di pusat perbelanjaan hingga menginggalkan salat Tarawih, membuat
adonan kue hingga larut malam dan lupa tidak tadarus Qur’an dan mendirikan
Tahajud, dan lain-lain. Astaghfirullah.
3. I’tikaf.
Berdiam diri untuk berdzikir dan bermunajat di masjid atau musala sangat
dianjurkan pada sepuluh awal dan akhir bulan Ramadan, khususnya bagi kaun Adam.
Sedangkan bagi ibu-ibu disunnahkan berdzikir dan bermunajat dari rumah saja,
sebab di khawatirkan nantinya akan mampir ke pasar, supermarket, dan
sebagainya. Hehe.
Terakhir, sebagai penutup Gus Rohim yang merupakan dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro dan pengasuh Ponpes Raudhatul Jannah Campurejo ini berpesan kepada jamaah, agar memaksimalkan ibadah wajib dan ibadah sunnah di penghujung bulan Ramadan ini. “Jadilah umat Islam yang kaya. Bisa berbelanja kapan saja, tidak hanya di bulan Ramadan. Jadi, ketika bulan mulia ini datang tugas kita adalah beribadah dengan maksimal. Semoga kita dapat dipertemukan pada bulan Ramadan yang akan datang, Aamiin.” Pungkasnya.
= = = = = = =@Firda_rrw

Comments
Post a Comment