Belajar Menulis Karya Ilmiah Populer Dengan Seru Bersama ISNU


 

Alhamdulillah kemarin (14/03/2021) diberikan kesempatan untuk belajar bersama para senior dalam bidang kepenulisan. Klinik penulisan dibawakan oleh bapak Santoso, M.Pd., seorang pendidik dan juga kolumnis nasional. Klinik penulisan perdana yang diselenggarakan di Café Mojo tersebut mengangkat topik mengenai kiat-kiat menulis opini dan esai.

Klinik yang dibawakan dengan apik tersebut selain dihadiri oleh para sarjana Islam yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), juga dihadiri oleh para pemerhati pendidikan dan para pecinta literasi. Acara tersebut dibuka dengan presentasi esai oleh lima orang finalis lomba. Di antaranya, yaitu Ardin S. D., Firda R.R.W., Rahayu L. P., Andri S. M., dan Lu’luatul F.

Narasumber utama yang akrab disapa pak Santo memberikan materi dengan santai dan serius. Bukan hanya sekadar pemaparan materi saja, di sini audiens juga diajak untuk langsung terjun mengenal, mengidentifikasi, dan membuat karangan esai dan opini. “Karangan ilmiah popular didalamnya harus mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang meliputi rumusan 5W+1H,” tuturnya. Selain itu, beliau juga membagikan rumus jitu untuk menulis karangan ilmiah popular, seperti opini dan esai. Rumus tersebut dikenal dengan istilah “JUMARG SUPER”.

JU : Judul yang diangkat tentunya harus menarik.

MA : Terdapat masalah-masalah dalam pokok pembahasan. Segala sesuatu dapat dapat diangkat dalam karya tulis dan dijadikan sebagai masalah.

ARG : Argumentasi, alasan, fakta pendukung yang berkaitan dengan kerangka berfikir. Karya opini dan esai harus dilengkapi dengan data-data yang relevan.

SU : Penulis harus memberikan solusi atas permasalahan yang diangkat dalam karya tulis ilmiah.

PER : Pernyataan ulang atau kesimpulan.

Dengan rumusan tersebut, kita tidak akan mengalami kebingungan saat menulis karya esai ataupun opini. Selain itu, pak Santo juga menjelaskan bahwa salah satu hal yang wajib dilakukan seorang penulis adalah banyak membaca. Bukan hanya sekadar membaca buku secara harfiah, tapi juga membaca keadaan dan lingkungan sekitar. “Perintah membaca sudah diperintahkan langsung oleh Allah. Iqra’ bismirabbika,” pungkasnya. Jadi, masih tunggu apalagi? Menulislah mulai dari detik ini juga. Tetap semangat!!

Jaga Iman, Jaga Imun, Jaga Jarak, Jaga Hati 

(Firda_Rrw)


 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Lebih Dekat Pejuang Literasi J. F. X. Hoery

Tiga Amalan Sunnah Di Penghujung Ramadan, Selain Nikah Di Malam Songo

Panca-Tips Menyelesaikan Tugas Akhir Dengan Cepat Dan Tepat